Barisan Para Mantan Terindah

Barisan Para Mantan Terindah

Tulisan tentang Barisan Para Mantan Terindah ini sudah dimulai, pantang untuk dihapus. Namun sampai beberapa menit saya hanya berada di sini karena bingung memilih kata yang tepat untuk mengungkapkannya.

Teringat mantan!

Baiklah, ini sangat patut untuk disyukuri mengingat keadaan saat ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tujuh tahun lalu. Saat proses membangun hubungan itu terasa sangat sulit dan sering kali gagal.

Dan kegagalan itu bukan karena kebodohan kita. Tetapi memang karena Allah mentakdirkannya untuk belum berhasil.

Saya tidak berani mengatakan bahwa kegagalan saya dalam membangun hubungan ini adalah karena kebodohan saya. Saya takut ketika nanti saya berhasil membangun suatu hubungan,  saya menganggap itu semata-mata karena kepintaran saya.

Jika demikian apa bedanya saya dengan Qorun yang menganggap bahwa kekayaan yang diperoleh semata-mata karena usaha dan kepintarannya.

Kita lanjutkan..

Meskipun gagal dalam membangun hubungan, saya tidak pernah menyesal. Karena setiap kali gagal, terjatuh, lalu bangkit lagi, terjatuh, lalu bangkit lagi, terjatuh, lalu bangkit lagi, itu akan membuat kita menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Atas pertolongan Allah, semoga saya tidak pernah putus asa untuk terus bangkit. Saya selalu berfikir bahwa sedikit lagi pasti kegagalan akan hilang.

Berikut beberapa mantan yang masih ada dalam ingatan saya. Semuanya telah berlalu dan pernah menemani mengisi hari-hari yang melelahkan.

Mantan pertama – Jualan Majalah

Ini adalah mantan pertamaku. Saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, saya bertemu dengan Mas Mukhlis Prayitno. Dia adalah distributor majalah Ar-Risalah di daerah Belitang. Saya diajak untuk jualan majalah dan herbal. Tidak perlu pakai modal. Majalah bisa diambil dulu lalu bayarnya setelah majalah habis.

Alhamdulillah, saya menjalin hubungan dengan kegiatan menjual majalah ini cukup lama. Dari SMP kelas 7 sampai Madrasah Aliah Negeri (MAN) kelas 11. Pelanggannya pun cukup banyak. Diantaranya adalah guru-guru di SMP Negeri 01 Belitang Madang Raya dan tokoh-tokoh agama di Desa Tulus Ayu. Bahkan terkadang saya sampai izin ke guru yang ada di MAN untuk mengantarkan majalah ke SMP yang jaraknya lumayan jauh.

Meskipun memiliki pelanggan yang cukup banyak, mantan yang satu ini akhirnya saya tinggalkan. Kebodohan terbesar saat remaja adalah tidak bisa mengelola uang. Sehingga uang setoran selalu kurang karena untuk hal-hal yang kurang penting.

Alhamdulillah-nya adalah bahwa Mas distributor sangat sabar dan bahkan tidak pernah menagih hutang saya yang mencapai sekitar 2jt-an (ini waktu masih zaman sekolah besar banget lho).

Hingga akhirnya hutang ini baru lunas sekitar tahun 2017 lalu. Lama banget kan? Mohon do’akan semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya dan memberikan ganjaran yang besar kepada mas distributornya ya.

Mantan kedua – Jualan Telur Puyuh

Saya agak lupa kapan saya menjalin hubungan dengan mantan yang satu ini. Dan memang sebaiknya mantan itu dilupakan ya? Hehe..

Kalau tidak salah, ini saya lakukan setiap hari Ahad ketika masih SMA dan juga berjualan di sekolah ketika sedang istirahat.

Dulu saya berjualan di Pasar Sriwangi, Trimo Rejo, Semendawai Suku III. Kadang-kadang juga di pasar Nusa Bakti, pasar Petanggan, dan lain sebagainya. Pokoknya kalau ada tempat keramaian dan memang sedang membawa telur puyuh untuk dijual, aku mampir kesitu.

Mantan ketiga – Jualan Pulsa

Tidak banyak yang perlu diceritakan tentang dia ini. Tapi yang jelas pernah jualan pulsa. Ini juga pas masih duduk di Madrasah Aliah Negeri. Pelanggannya temen-temen sekelas dan temennya teman sekelas itu yang ngekos satu kosan dengan dia. Nah, bingung kan?

Udah jangan difikirin. Fikirin aja kapan terakhir baca Al-Qur’an? InsyaAllah mikirin ini lebih manfaat. Hehee

Faktor kegagalannya saat itu sama dengan yang sebelumnya, uangnya habis untuk jajan. Hmmm..

Mantan keempat – Jualan Gas, Air Mineral, Mie Instan, Kopi, dll

Ini ketika awal-awal hijrah ke Jakarta. Saat itu memang tidak memiliki keahlian apapun, tidak mempunyai kenalan yang mempunyai lowongan kerja dan dituntut untuk bisa sekedar mengisi perut.

Jadilah kerja serabutan yang penting makan.

Lagi-lagi.. Sebagaimana mantan yang sebelumnya, mantan yang satu ini juga membuat hati saya sangat sempit karena rasa takut akan hari esok sangatlah besar. Malu kalau inget ini. Lemah! Keyakinan kepada takdir Allah tipis banget.

Padahal kan kalau memang sudah ditakdirkan oleh Allah, rezeki itu akan menghampiri kita meskipun orang-orang seluruh dunia berusaha mencegahnya. Yakini itu ya.

Ada hal yang menarik dari mantan yang satu ini.
Sekitar tahun 2012. Saya menjadi pekerja di salah satu toko klontong di Jakarta Barat. Tepatnya di Komplek Pertambangan, Batusari.

Pemilik usaha ini sebenarnya adalah Bu Pandi, Istrinya Pak Pandi.

Kiri: Dedi purnomo, kanan: Pak Pandi rahimahullah
Kiri: Dedi Purnomo, kanan: Pak Pandi rahimahullah

Toko dan warung kopi yang saya jaga ini sepi. Paling dalam sehari hanya 2 atau 3 orang yang membeli kopi. Selebihnya saya yang ngabisin kopinya. Hahahaa

Tapi ada hikmahnya juga.
Dulu ketika sepi, saya berfikir sampai kapan saya seperti ini?

Lalu apa yang saya lakukan?
Saat itu saya punya notebook boleh kredit sama teman saya bernama Adriawan. Notebook ini dijual karena kakaknya sudah tidak mau memakainya. Jadilah saya punya alat yang bisa saya gunakan untuk mengotak-atik blog lama saya. Yaitu dedipur.blogspot.com.

Dari sini saya ngoprek dan tertarik dengan dunia website.
Saya punya dua pelanggan setia yang hampir tiap hari main ke warung untuk ngopi dan belajar tentang blog ini. Maradoni dan Qitink alias Adriawan.

Nah, mereka inilah pembeli setia warung kopi yang saya jaga. Hehe..

Kemudian warung ini tutup karena Bu Pandi (pemiliknya) pindah ke Meruya. Baiklah, saya harus cari gebetan baru.

Lanjut mantan kelima..

Mantan kelima – Jualan Kaos

Ketika jualan kaos, saya kerjasama dengan salah seorang teman saya yang dia memiliki toko di Tanah Abang.

Saya bisa kenal dengan distributor kaos ini melalui perantara Adriawan, teman setia ngopi di warung yang sudah tutup sebelumnya. Karena dia tahu tempat ngopi favoritnya sudah tutup, dia mengajak saya untuk usaha jualan kaos.

Saya membuat rumah khusus untuk mantan yang satu ini, belajarusahakaos.blogspot.com. Dan Alhamdulillah sebenarnya berjalan dengan lancar.

Dulu blog gratis ini sempat menggunakan domain premium bernama www.usahakaos.com. Cara mencustom domain gratis menjadi premium sudah saya jelaskan dalam tulisan yang berjudul Panduan Untuk Mengatur Domain Custom Pada Blogspot.

Oke lanjut!

Saat itu yang menjadi daya tariknya adalah bahwa saya tidak hanya membuka jasa pembuatan kaos, tetapi juga menyediakan atau memberikan layanan desain gratis bagi yang memesan kaos kepada saya.

Semua lancar, lalu pada akhirnya, hati saya benar-benar merasa ingin menghentikan usaha ini. Hati saya sesak setelah tahu hukum menggunakan software bajakan dalam agama Islam.

Terlebih ketika itu saya sedang mengerjakan skripsi yang diharuskan untuk membuat sebuah program aplikasi. Dan saya rasakan bahwa membuat aplikasi bukan hal yang mudah. Saya membayangkan bagaimana ketika suatu saat saya membuat program aplikasi lalu dibajak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Ketika itu saya memutuskan untuk meninggalkan desain grafis. Sempat melanjutkan percetakan kaos ini tanpa jasa desain grafis. Tapi ya, jadi sepi.

Kemudian akhirnya saya hijrah dari jualan kaos dan desain grafis menuju desain website. Tulisannya sudah ada di blog ini, denga judul Hijrah Dari Desain Grafis Menuju Desain Website.

Membuat website dan mengelola website inilah yang setia menemaniku sampai saat ini.

Alhamdulillah..

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, dan semoga kita (terkhusus saya) bisa mengingatnya lalu bisa mensyukuri segala yang ada saat ini.

Ingat ketika kita bekerja atau berusaha, bukan tugas kita untuk menggapai kesuksesan itu. Tetapi tugas kita adalah bagaimana menjadi seorang hamba yang taat kepada aturan-Nya baik dalam keadaan berhasil ataupun gagal. Jika kita mampu untuk taat dalam keadaan gagal maka itulah kesuksesan yang sesungguhnya.

Selesai ditulis di Cileungsi, pada 12:16 AM hari Sabtu 19 Januari 2019 M.

Sahabatmu,
Dedi Purnomo

Dedi Purnomo

Saya seorang web developer, hobi menulis dan menghabiskan waktu di depan komputer. Untuk lebih lengkap silahkan klik About me

2 Comments to “Barisan Para Mantan Terindah”

  1. Novriza

    Masyaallah.

    “Ingat ketika kita bekerja atau berusaha, bukan tugas kita untuk menggapai kesuksesan itu. Tetapi tugas kita adalah bagaimana menjadi seorang hamba yang taat kepada aturan-Nya baik dalam keadaan berhasil ataupun gagal. Jika kita mampu untuk taat dalam keadaan gagal maka itulah kesuksesan yang sesungguhnya”.

    Baca kalimat diatas 🙁

    Reply

Post Comment