SARJANA BUKAN TUJUAN

SARJANA BUKAN TUJUAN

Catatan ini adalah untuk pengingatku, tahun 2017 ini, seharusnya aku mendapatkan gelar sarjana di bidang komputer. Sudah sempat bimbingan dan menyunsun skripsi dan membuat sebuah program sebagai salah satu syarat maju ke sidang skripsi.

Tetapi saya tidak mengajukan skripsi saya. Kenapa? karena saya tidak sepenuhnya menguasai pembuatan program itu. Dimana pembuatan program itu dibantu oleh teman saya. Sehingga saya tidak merasa puas dengan hasil yang saya capai.

Emang kenapa ngga bisa bikin program aplikasi sendiri?

Iya, ini pertanyaan yang sangat baik. Semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Saya tidak akan menyalahkan siapapun. Tetapi saya sendirilah yang salah. Tidak belajar dengan baik. Beginilah jadinya. Kesulitan ketika harus membuat sebuah program aplikasi.

Tapi kan sebenarnya bisa tetap mengajukan skripsi, meskipun program aplikasinya dibantu orang lain?

Benar sekali. Tetapi ada hal yang sangat sayang untuk saya lewatkan jika harus memaksakan diri untuk mengikuti sidang skripsi. Semangat belajar. Kehilangan semangat belajar inilah yang sebetulnya sangat saya takutkan. Betapa banyak contoh seseorang yang sangat semangat belajar ketika mengerjakan skripsi namun setelah itu selesai tak lagi semangat belajar dan justru menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat?

Terus, kapan target mendapat gelar sarjana?

Bro, gelar sarjana bukan tujuan. Kalau target sarjana yang menjadi tujuan, entah bagaimana caranya yang penting jadi sarjana. Ngga peduli papernya dibikinin orang lain ataupun copas, yang penting jadi sarjana. Ngga peduli programnya dibikinin orang atau hasil nyomot dari internet yang penting jadi sarjana. Ngga peduli paham materi atau tidak, yang penting jadi sarjana.

—————————-

Coba kita perhatikan orang yang menjadikan sarjana sebagai tujuan. Ya itu, setelah jadi sarjana bingung mau ngapain. Bingung mau kerja apa? Kalaupun bisa kerja, kebanyakan kerja tidak sesuai dengan apa yang dipelajari di kampus. Ini kan lucu. Empat tahun mengasah gergaji tetapi ketika kerja menggunakan pisau yang tidak diasah. Ini menyedihkan bukan? Untuk apa gergaji yang telah diasah selama empat tahun itu? 

Ini bahan koreksi kita bersama.

Memang benar bahwa seseorang tidak harus bekerja sesuai dengan apa yang ia pelajari. Semua sudah digariskan. Saya setuju. Tetapi tujuan kita diciptakan ini bukan hanya tentang bagaimana bahagia. Lebih dari itu adalah bagaiaman kita bisa membagi kebagiaan itu. 

Lihat !, orang yang menjadikan ilmu sebagai tujuan, walaupun tidak sempat menjadi sarjana, dia bisa menjadi orang yang berguna untuk keluarga dan masyarakat. Melakukan perubahan bukan hanya untuk dirinya sendiri namun juga lingkungan. Berapa banyak orang yang drop out dari kampus namun sukses dengan ilmu yang dimilikinya. Perlu disebutkan contohnya? Ah.. Saya rasa tidak perlu. Terlalu banyak artikel yang menceritakan kisah-kisah mereka.

Dan disini letak keistimewaannya. Orang yang membagikan ikan tidak semenarik orang yang membagikan kail lalu mengajari orang lain bagaiamana mencari ikan dengan kail yang telah ia berikan.

Jangan lupa share, agar orang-orang yang kuliah hanya untuk mendapat gelar sarjana segera tobat !!

Let’s discuss !

Post Comment