Teman Datang Saat Butuh adalah Rejeki dari Allah

Teman Datang Saat Butuh adalah Rejeki dari Allah

Mungkin diantara kita seringkali melihat status yang berlalu-lalang menunjukkan kekesalan hati ketika ada teman yang hanya datang dan ingat ketika butuh bantuan. Sering ya?

Biasanya mereka bilang gini,”pas susah aja inget, pas seneng kemana aja?” atau “Datang pas susah giliran senang lupa. Manusia macam apa ??” atau “Ya ayolah mohon dengan sangat jangan datang pas susah tapi bahagianya sama yang disana, jadi pengen nyebut nama hewan deh.” atau “Datang Pas Susah!!Pulang PasSeneng!!Hidup Teu. sangenah Kituu Kawan.” dan masih banyak lagi, kalau ngga percaya cari aja di facebook. Masukin di kolom pencarian “

Datang pas susah aja -pola pikir dedi purnomo

Sebenarnya prihatin juga sih, bukan pada orang yang datang hanya disaat butuh tapi pada mereka yang justru mengeluh ketika ada teman ataupun saudara yang datang meminta bantuan.

Karena seharusnya kita senang ketika ada seseorang yang datang kepada kita dan meminta bantuan. Kenapa begitu? Karena Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk berbuat baik kepada saudara atau teman kita. Dan dengan mendatangkan orang yang butuh bantuan kepada kita artinya Allah memilih kita untuk berbuat baik dan tidak memilih orang lain selain kita. Adakah yang lebih menggembirakan selain dimampukan untuk berbuat baik oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Maka teman, mulai sekarang sambut baik teman-teman kita yang datang kepada kita untuk meminta bantuan meskipun mereka hanya datang pada saat mereka membutuhkan dan pergi ketika sudah tidak membutuhkan.

Apa yang sebaiknya kita lakukan ketika ada teman atau saudara yang menjauh, yang lupa saat mereka tidak membutuhkan kita?

Ya sebaiknya kita berprasangka baik kepada mereka. Mungkin mereka benar-benar sibuk atau mungkin mereka mempunyai satu urusan yang memang membutuhkan waktu sangat banyak sehingga mereka belum sempat menghubungi kita. Kita tidak tahu apa yang sedang dihadapi sahabat kita. Maka setelah berprasangka baik alangkah baiknya juga kita menanyakan kabarnya, kesibukan apa yang sedang dikerjakan, atau hal-hal lain yang sebaiknya dicari tahu tentang kondisi teman atau sahabat kita.

Atau mungkin mereka tidak menghubungi kita itu karena mereka merasa malu dengan keadaan mereka yang kekurangan. Tidak semua orang bisa menerima dan siap menunjukkan keadaan yang sebenarnya mereka alami. Dengan kata lain teman atau sahabat ataupun saudara kita itu minder dengan keadaan mereka. Hal ini wajar karena sebagai seorang manusia kita tidak ingin teman, sahabat ataupun saudara kita merasakan kesedihan seperti yang kita rasakan.

Hal ini pun yang sering kali saya temukan dalam diri saya bahwa saya tidak menghubungi teman, sahabat ataupun keluarga itu karena malu karena kita masih kekurangan dalam hal materi. Yang sebenarnya ini juga tidak perlu untuk kita rasakan atau kita pikirkan. Memang butuh kekuatan agar bisa menyampingkan hal ini. Semoga kita semua dimampukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk dapat menyambung ukhuwah kepada teman-teman kita dan menyambung tali silaturahim kepada saudara-saudara kita.

Kalau ada temenku yang datang hanya saat butuh, maka ini cukup membuatku lebih semangat untuk belajar. Agar dibutuhkan dan bisa banyak memberi manfaat kepada temen-temen yang memang membutuhkan bantuan.

Do’ain ya, semoga Allah menitipkan ilmu yang dengannya kita bisa membantu orang lain.

Catatan akhir tahun 2017.

Update: Januari 2019
Alhamdulillah di Januari 2019, saya mendapatkan tambahan ilmu yang sangat bermanfaat. Yaitu tentang contoh untuk berprasangka baik kepada teman-teman kita yang hanya datang kepada kita ketika kita senang dan menjauh dari kita ketika kita sedang kesulitan. Begini kisahnya:

Suatu ketika istri Talhah bin ‘Abdillah bin ‘Auf berkata kepadanya, “Wahai suamiku, aku belum pernah melihat seorang pun yang lebih buruk daripada teman-temanmu itu.” Kata suaminya, “Kenapa begitu? Kamu tidak boleh berkata seperti itu terhadap mereka. Memang keburukan mereka itu apa?” Istrinya berkata, “Sudah jelas kok keburukan mereka.” Suaminya berkata, “Apa itu?” Istrinya berkata, “Teman-temanmu itu, kalau kamu lagi enak, lagi senang, lagi banyak rezeki, mereka datang sama kamu. Tapi ketika kamu susah mereka malah meninggalkan kamu. Itu kan berarti teman-teman kamu buruk sekali.” Suaminya berkata, “Justru itu kebaikan akhlak mereka.” Istrinya berkata, “Kok seperti itu akhlak yang baik?” Suaminya berkata, “Disaat kita senang, kita dapat banyak rezeki mereka datang, itu Alhamdulillah. Berarti kita mempunya kemampuan untuk menghormati dan menjamu mereka. Ketika kita susah, mereka tahu bahwa kita tidak bisa menjamu mereka dan mereka tidak mau menyusahkan kita.”

Masya Allah, inilah contoh daripada husnudzon kepada teman-teman kita.

Kisah ini ada dalam kitab Raudhatul ‘Uqala wa Nuzatul Fudhala karya Imam Ibnu Hibban.

Pencarian: Teman datang saat butuh, kata kata untuk Teman datang saat butuh, Saat susah Teman datang saat butuh, kata kata untuk Teman datang saat butuh, Teman datang saat butuh ya 

Dedi Purnomo

Saya seorang web developer, hobi menulis dan menghabiskan waktu di depan komputer. Untuk lebih lengkap silahkan klik About me

Post Comment